oleh

DKP Provinsi Bengkulu Melakukan Survey Terubu Karang Dan Berdialog Dengan Nelayan Pulau Enggano

Bengkuku,referensipublik.com- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Syafriandi,SE,ST,M.Si melakukan survey terumbu karang dan berdialog dengan masyarakat nelayan di pulau Enggano.

Menurut Syafriandi Survey Terumbu Karang dan bertujuan untuk melakukan Penelitian menyeleksi,menentukan unit penangkapan ikan yang tepat guna di Perairan Pulau Enggano Provinsi Bengkulu yang digunakan oleh para nelayan di Pulau Enggano.

” Survey Terubu Karang dan berdialog dengan nelayan dilakukan di Desa Kahyapu yang merupakan desa penghasil ikan terbesar di Pulau Enggano, Para nelayan lokal masih menggunakan alat tangkap tradisional, namun hasil tangkapan yang diperoleh tetap maksimal ” Jelas Syafriandi yang belum lama di lantik namun sudah banyak program – program yang akan di buat untuk jangka panjang khususnya untuk kesejahteraan para nelayan yang ada di Provinsi Bengkulu

Lanjut Syafriandi Hal tersebut mengindikasikan adanya potensi yang bisa digali lebih dalam untuk kesejahteraan masyarakat di pulau terluar dan terpencil di Provinsi Bengkulu.

Syafriandi menjelaskan Pulau Enggano dicadangkan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) oleh Pemerintah Bengkulu Utara, Hal inilah yang menjadi latar belakang survey penelitian dan berdialog langsung dengan para nelayan, supaya aktivitas ekonomi masyarakat dari kegiatan perikanan tangkap dan upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah Bengkulu Utara dapat berjalan tanpa tumpang tindih.

” Survey dilakukan dengan melakukan terhadap aspek biologi, teknologi, sosial dan ekonomi dari dua jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Desa Kahyapu, yaitu gillnet dan rawai ” Ungkapnya

Dan syafriandi menjelaskan unit penangkapan ikan tepat guna yang memiliki urutan prioritas utama adalah rawai yang unggul dalam ke-empat aspek pengamatan. Rawai secara finansial dan benefit memberikan nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan gillnet.

” Hasil standarisasi B/C ratio dari alat tangkap rawai adalah 0,49 sedangkan gillnet adalah 0,34. Nilai R/C ratio alat tangkap rawai yang telah distandarisasi menggunakan analisis MCA adalah 0,51 sedangkan gillnet adalah 0,33.Kata kunci:gillnet, multi kriteria analisis, pulau enggano, rawai, seleksi unit penangkapan ikan ” Demikian Ungkap Syafriandi (ad)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *