oleh

Komisi 1 DPRD Sidak Ke RS Kepahiang Terkait Laporan Masyarakat

Kepahiang,referensipublik.com -menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelayanan RS kepahiang komisi 1 DPRD kabupaten melakukan sidak ke RS kepahiang nampak yang hadir kunjungan tersebut ketua komisi 1 DPRD kabupaten Kepahiang Nanto usni wakil ketua komisi 1 Candra dan anggota komisi 1 Hendri.(21/9)

Pada kesempatan tersebut Hendri mengatakan

“Sidak yang kita lakukan ini,untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelayanan RS kepahiang ini kami tekan kepada untuk pihak rumah sakit untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pasien yang datang,karena pasien yang datang jelas untuk berobat kalau pelayanan sudah bagus maka kedepannya RS kepahiang akan menjadi lebih baik,”sampai Hendri

Sedang kan ketua komisi 1 DPRD kabupaten Kepahiang Nanto usni mengatakan

“Karena ada laporan dari masyarakat terkait pelayanan RS kepahiang yang kurang jadi tujuan sidak yang kita lakukan adalah untuk kedepannya lebih meningkatkan pelayanan kepada pasien lebih di tingkat karena pasien yang datang dari berbagai ekonomi yang berbeda,”ujar Nanto usni

Sedang kan direktur RS kepahiang dr.febi Nursanda

“Kami akan berusaha memperbaiki dan berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki hal ini,dan lebih meningkatkan pelayanan kepada pada pasien,dan kami juga meminta maaf jika ada pelayanan oleh pihak RS kepahiang kepada pasien yang di rasa masih kurang,”ujar Dirut RS kepahiang

Ada yang menarik dalam sidak komisi 1 ke RSUD kepahiang wakil ketua komisi 1 Candra sempat mempertanyakan sumur bor yang tidak bisa berfungsi sebanyak empat unit karena air yang tidak ada dari sumur bor tersebut menanggapi hal tersebut Dirut RSUD kepahiang dr.febi Nursanda mengatakan

“Untuk pembangunan sumur bor tersebut pembangunan nya sebelum saya menjadi Dirut RSUD ,sumur tersebut di bangun pada tahun 2020 yang bersumber dari dana DAK,jadi untuk air yang di gunakan di RSUD kepahiang kita ambil dari sumber air gunung,dan rencana tahun ini kita akan anggar kan kembali untuk pembangunan sumur bor yang baru dengan rencana anggaran sebesar Rp 225 juta dari sumber dana BLUD,”ujar Dirut RSUD dr, Febi Nursanda (oj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.