oleh

Paripurna Istimewa HUT Kepahiang ke-15, Ketua DPRD : Terimakasih Pejuang Daerah

 

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Saat Menyampaikan Sambutan Pada Paripurna Istimewa HUT Kepahiang ke-15 Sabtu (5/1/2019)
Gubernur Bengkulu, Bupati Kepahiang, Wakil Bupati, Ketua TP PKK dan Tamu Luar Daerah Disambut Secara Adat

KEPAHIANG,RP- Mengijak usia ke 15 tahun, Sabtu (5/1) lembaga DPRD Kabupaten Kepahiang menggelar rapat paripurna istimewa HUT Kabupaten Kepahiang, dihadiri 22 Anggota DPRD rapat paripurna istimewa dipimpin Ketua DPRD H. Badarudin dengan tamu istimewa Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.MA. Dalam kesempatan itu Badarudin mengajak sejenak untuk menghayati dan membuka memori lembaran sejarah 15 tahun Kabupaten Kepahiang, dimana terpamnang beragam keberhasilan sekaligus terbentang sejumlah tantangan dan persoalan yang harus menjadi catatan dan perhatian seluruh komponen pembangunan di daerah ini.

Dihadiri Ketua TP PPK, Ketua IKAD, Ketua Bhayangkari, dan Organisasi Wanita di Kabupaten Kepahiang

Seiring dengan itu, sebagai bagian dari bangsa yang tetap menghargai dan tidak melupakan sejarah, maka proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di daerah ini, dimaknai oleh tetesan keringat, kerja keras dan perjuangan yang diawali oleh para pejuang pembentukan Kabupaten Kepahiang.

Dihadiri unsur FKPD di Kabupaten Kepahiang

“Serta secara silih berganti beberapa pemimpin yang menakhodai Kabupaten Kepahiang telah memberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di Kabupaten Kepahiang ini, terimakasih pejuang daerah, mantan Bupati dan Wakil Bupati serta mantan anggota dewan atas perjuangan mereka Kepahiang bisa menjadi seperti sekarang ini, menginjak usia 15 tahun janganlah kita melupakan sejarah,” sampai Badarudin.

Paripurna Istimewa HUT Kepahiang juga dihadiri sejumlah kepala daerah, pejabat dan Anggota DPRD Kabupaten tetangga

Sementara itu, Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattulah Sjahid, MM dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Kepahiang dibentuk berdasarkan UU no 39/2003 tentang pemekaran Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang dari Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu. Sejarah mencatat pemekaran Kabupaten Kepahiang telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam segala aspek penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Kepahiang.

“Usia 15 tahun tentu belumlah terlalu lama untuk sebuah kabupaten, namun usia ke-15 ini merupakan momentum yang tepat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kepahiang untuk melakukan intropeksi diri sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian keberhasilan maupun kekurangan yang terjadi dalam mengemban amanah masyarakat Kabupaten Kepahiang,” ujar Hidayat. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru